Ternyata mendidik anak tu gampang-gampang susah ya Bunda. Saya sekarang mulai kewalahan mengikuti kemauan Azra yang sudah sangat aktif. Maunya mainan terus dan selalu mencoba hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dia liat.Dan yang paling nggemesin kalau Azra mulai manjat-manjat meja kecil atau pas mberantakin barang-barang di rak piring, hadeeww...kadang kalo kondisi body lagi ga mood bisa jadi kesel juga. Apalagi azra tu kalo dilarang malah menjadi, kadang cuma bisa ngelus dada deh...
Pingin banget deh bisa menerapkan kedisiplinan ke anak tapi kadang kok jadinya kaya maksain ya..untung ada artikel yang bisa sedikit memberi mencerahan soal gimana cara efektif melatih dan membiasakan anak berdisiplin tanpa memaksakan kreatifitas anak. Nah bunda..disini saya coba membagi tips melatih anak tanpa paksaan, semoga bermanfaat ya.
Tipsnya:
- Cintailah anak dengan bijaksana. Cinta atau kasih sayang adalah energi paling besar yang dapat membantu anak mengatasi masalah. Jadi, terapkan disiplin dengan kasih sayang. “Mencintai anak berarti mengenali sebenar-benarnya anak kita,” ujarnya.
- Libatkan anak dan jadikan orangtua sebagai teladan (contoh). Ajak anak dalam menanamkan kebiasaan. Contoh, jika ingin anak membereskan makanan setelah makan, ajak anak ikut membantu dengan memisahkan sisa makanan ke tempat sampah, lalu letakkan di tempat cucian. “Akan beda kalau kitahanya bilang ‘Adik....ayo bawa piring kotor ke belakang’,” katanya.
- Kreatif. Anak hakekatnya bersifat emosi dan moody begitu pun orang dewasa. Artinya malas atau tidak mood adalah manusiawi. Jadi orangtua harus kreatif menemukan solusi dalam penanaman kebiasaan anak.
- Kompak. Penanaman kebiasaan di rumah memerlukan kekompakkan Ayah-Ibu, pengasuh, kakak-adik, and seluruh keluarga.
- Lakukan disiplin dengan konteks gembira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar