Selasa, 10 November 2015

Gimana sih 'Agar Anak Rajin Belajar' ?

Malem ini selesai menyelesaikan tugas kantor iseng-iseng buka FB karena hasrat nulis lagi tinggi nih..hehehe..dan malem ini dapet tips dari opa Dono Baswardono yang punya group parenting. banyak ilmu yang aku dapat dari group ini terutama semua hal tentang gimana menjadi orang tua yang bisa mengarahkan anak-anak menjadi pribadi yang baik.

Dan tips yang aku baca malam ini tentang gimana caranya agar anak rajin belajar..hmm menarik nih karena duo krucilku sekarang lagi masa-masa orientasi menuju bangku sekolah dasar dan taman bermain. Ini tips jitu untuk mengarahkan anak-anak agar merasa enjoy, menikmati apa itu belajar. jadi mereka tidak terbebani dengan kata 'BELAJAR" itu dah yang bikin males. bete (buat ABG).

Menurut Opa Dono, tips ato trik jitu untuk membiasakan anak menyukai kata "BELAJAR" adalah 

Pertama, setiap anak mesti tahu apa “tujuan” belajarnya; ia mesti tahu “apa yang diharapkan darinya.” Harapan yang nyata, yang konkrit, yang mudah dimengerti anak. Jadi, jangan sebutkan, “Dengan belajar, kamu akan dapat nilai bagus dalam matematika” atau “Kamu mesti belajar supaya pintar.” Bagi anak kelas satu SD misalnya, Anda dapat mengatakan “Supaya kamu bisa membantu Mama membacakan daftar belanjaan kalau di supermarket.” Tetapi untuk anak kelas satu SMP Anda bisa mengatakan, “Kita berwisata keliling Indonesia supaya kamu bisa menerapkan pelajaran Geografi dan Antropologimu.”

Mengapa mesti perlu diberitahukan tujuan belajarnya? Seorang anak yang belajar dengan tujuan akan lebih termotivasi. Tidak akan pernah asal-asalan dalam mengerjakan apa pun juga. Tidak asal menggelinding. Ia juga menjadi tidak mudah putus asa, tak mudah patah arang, tak mudah frustrasi, tak mudah mengeluh.

Kedua, Keteraturan berikutnya adalah keteraturan tempat. Mumpung masih kecil, biasakan anak belajar di tempat tertentu saja, tidak berpindah-pindah. Misalnya, di kamar belajarnya. Biarkan pikiran bawah sadarnya mengasosiasikan kamarnya sebagai tempat belajar. Sebaliknya, jika belajarnya berpindah-pindah, di meja makan, di depan televisi, di halaman, di dalam mobil, dll, maka pikiran bawah sadar sulit melakukan asosiasi tersebut. Nanti, kalau anak sudah agak besar, setelah asosiasi itu terbentuk, boleh saja jika sesekali waktu ia belajar di tempat lain, misalnya di perpustakaan, di kebun, di tepi pantai.

Ketiga, Yang juga tidak kalah pentingnya adalah “keteraturan suasana.” Hmmm…
Sebelum saya melanjutkan, “suasana” seperti apakah yang secara tidak sadar Anda tanamkan secara teratur di dalam jiwa anak-anak? Suasana terpaksa? Suasana dongkol? Suasana jengkel? Suasana ngambek? Suasana marahan? Padahal, suasana negatif seperti itu akan merangsang otak untuk mengeluarkan hormon yang menghambat proses belajar. Jadi, hanya orang yang “tengah bermimpi” saja yang berharap anaknya meraih kesuksesan akademik lewat rutinitas belajar bersuasana negatif. Saya yakin, begitu ia lulus kuliah, ia tidak akan mau belajar lagi. Bahkan di kantor pun ia akan malas mengikuti training. Dalam kehidupan sehari-hari pun, ia akan enggan belajar atau memetik hikmat dari pengalamannya.

Jadi, secara teratur, ciptakan suasana sukacita, suasana penuh rasa ingin tahu, suasana bersemangat. Banyak cara untuk mencapainya. Lakukan kegiatan-kegiatan positif sebelum belajar, seperti bercerita bersama, bercanda, berpelukan, dsb. Dan jauhkan kegiatan yang memungkinkan timbulnya suasana negatif. Menonton film serial favoritnya, misalnya, jangan berdekatan atau persis sebelum jadwal belajar. Apalagi kalau acara favorit itu ternyata waktunya tumpang tindih dengan waktu belajar. Ya, pasti tidak ada anak yang mau disuruh berhenti di tengah-tengah film yang asyik.

Keempat, Keteraturan waktu juga sangat penting. Dua-tiga jam setelah bangun pagi adalah waktu terbaik untuk belajar (dengan catatan, benar-benar bangun pagi; bukan bangun kesiangan). Kalau Anda dan anak sepakat mengerjakan PR setelah istirahat satu-dua jam sepulang sekolah, misalnya, maka lakukan terus sampai kapan pun. Jangan mengajak anak pergi ke luar rumah misalnya, ketika ia sedang waktunya mengerjakan PR tersebut. Waktu belajar yang teratur ini akan membuat seluruh pola hidup anak juga menjadi teratur, seperti waktu tidur dan bangunnya. Dan akhirnya, pola hidup keluarga pun menjadi ikut teratur.

Kelima, jauh lebih baik jika pada saat anak-anak belajar, kedua orangtua juga belajar. Matikan televisi. Matikan iPad. Matikan hape. Membacalah; entah membaca buku resep, membaca buku cara memperbaiki mesin mobil. Anak belajar, orangtua juga belajar. Adil, bukan?
Keteraturan yang tidak kalah pentingnya adalah keteraturan meja belajar. Ingat, teratur bukan berarti rapi dan bersih. Tak jarang, ibu-ibu suka menata buku anak-anak berdasarkan urutan tinggi-rendahnya buku; padahal itu tak ada gunanya bagi proses belajar. Biarlah anak-anak mengatur buku dan alat tulisnya sesuai dengan pola pikirnya. Misalnya, diatur sesuai dengan jadwal belajar harian di sekolah. Atau diaturnya berdasar pengelompokan ilmu pengetahuan. Jika sudah SMP, boleh Anda perkenalkan aturan penomoran ilmu pengetahuan seperti yang berlaku di semua perpustakaan di dunia.
Bagian dari keteraturan meja belajar ini, buang semua hal yang tidak berkaitan dengan proses belajar dari meja belajar. Tidak juga robot atau boneka.

Keenam, Begitu pula, keteraturan pencahayaan juga perlu diperhatikan. Sediakan lampu khusus belajar agar mata dan otak anak tidak cepat lelah atau malah mendapat gangguan dari cahaya yang terlalu terang.
Nah itu tadi ilmu yang malem ini aku dapat, jadi mengaca pada diri sendiri ternyata kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil pada anak akan berdampak sampai kelak mereka dewasa. Semoga saya selalu bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anakku.

Senin, 09 November 2015

Fungsi menghapus 'Cache'

Hadeew..ternyata dah lama nih ga tulis menulis di sini. Alasan kesibukan kerjaan itu jadi yg utama tp sebenernya alesan kadang otak 'blank' untuk nulis juga iya sih hehhee...maklum sudah emak-emak dengan dua krucil dan tambahan sebagai wanita pekerja jd memori di otak sudah abis terbagi mikir macem-macem xixiixi...#nglesnya kepanjangan.

Tapi hari ini hasrat menulisku tiba-tiba muncul lagi karena kejadian yang bikin senewen hari ini. pagi tadi WA (whatapp) ku tiba-tiba kadaluarso dan ga bisa digunakan terus aku coba untuk donwload lagi eehh dibilang "ruang penyimpanan tidak mencukupi". alhasil semua aplikasi yang jarang aku pake dicopot semua deh...tapi tetep aja ga bisa donwload. Nah akhirnya cari-cari apa sih yang bikin ni memori penuh padahal secara quota masih cukup. Akhirnya penasaran sama 'Data dalam cache', apa ini jane ya kq nyedot memori sampe 1,6GB terus karena aku takut ada yang keliru akhirnya coba googling cari tau apa sih 'data dalam cache' dan nemulah artikelnya.

Ini aku ambil dari situs ini, mungkin info ini bisa berguna buat netizer yang lagi punya masalah sama kinerja HP yang lola, lemoot 

Efek hapus Cache di aplikasi android. Masih ingat kan fungsi Cache sebagai bagian penting menyimpan log data aktifitas sebuah aplikasi ?. Seperti diketahui aplikasi seperti Browser, game, aplikasi social media dan yang lainnya memang menggunakan cache untuk memperingan kinerjanya ketika dijalankan. karena beberapa manfaat yang berguna dari fungsi cache itulah terkadang tanpa kita sadari kapasitas memori berkurang dari hari ke hari. 

Bisa kita bayangkan kalau dari mulai pertama kali ponsel baru sampai bertahun-tahun kita tidak memperhatikan jumlah penyimpanan cache yang tergolong besar bisa dipastikan akan berdampak pada kinerja ponsel kita. Pertanyaannya, apa efek menghapus cache pada sebuah aplikasi di ponsel android ?. Jawabannya ada di bawah ini .

1. Efek menghapus cache pada aplikasi dapat melegakan atau menambah kapasitas memori pada ponsel itu sendiri.

2. Dengan menghapus cache ponsel akan lebih baik kinerjanya, karena tidak ada beban processor dan RAM untuk membaca cache yang bertumpuk.

3. efek menghapus cache akan menyebabkan loading sebuah aplikasi sedikit lebih lama dibanding ketika ada cache. 

4. Cache yang terhapus akan menyebabkan kuota data sedikit lebih banyak untuk mengunduh script lengkap dari sebuah situs (browser). 

5. cache yang terhapus akan menyebabkan sebagian settingan tertentu pada sebuah aplikasi ikut terhapus.

6. dan yang kadang tidak terfikirkan oleh sebagian pengguna android adalah bahwa mengosongkan cache bisa menghemat daya baterai. Karena pembacaan cache yang besar akan membutuhkan sumberdaya baterai yang besar pula.

Adapun cara untuk menghapus 'data dalam cache' gampang banget kok..
1. cukup pilih Pengaturan di Hp

2. kemudian cari 'data dalam cache'

3. klik aja 'data dalam cache'

4. muncul option hapus 'data dalam cache' dan klik OKE

5. dan selamat menikmati peningkatan kinerja Hp anda

Nah dari baca info itu akhirnya yakin deh klik 'hapus data dalam cache' karena manfaatnya bagus banget buat kelancaran berkomunikasi di android kita. Dan hasilnya bener aja, bisa donwload aplikasi whataap dan jadi lancar jaya hp-ku...iyee..asiiikk...

Selamat mencoba buat temen-temen yang punya masalah ini.